Digital M&A, digital innovation, and firm performance: an empirical investigation

André Hanelt, Sebastian Firk, Björn Hildebrandt & Lutz M. Kolbe European Journal of Information Systems (2021)

Banyak perusahaan komersil industrial merger atau megakuisisi perusahaan yang kuat dalam hal teknologi digital untuk meningkatkan inovasi digital mereka. Meskipun sudah banyak penelitian dilakukan dalam topik merger dan akuisisi (M&A), peneliti masih jarang mengeksplorasi bagaimana dampak M&A terhadap inovasi digital dan kinerja di perusahaan komersil industrial tersebut. Perusahaan komersil industrial, yang salah satunya ditandai dengan mass production seperti perusahaan otomotif atau rokok, perlu meningkatkan kapabilitas IT mereka agar mampu bersaing. Kapabilitas IT ini dapat mereka gunakan untuk meningkatkan proses produksi mereka, atau memodifikasi produk yang mereka tawarkan kepada konsumen. Karena meningkatkan kapabilitas IT bukanlah hal yang mudah, seringkali mereka melakukan M&A terhadap perusahaan IT atau yang memiliki kekuatan di bidang IT.

Apakah digital M&A dapat meningkatkan inovasi digital dan kinerja perusahaan komersil industrial? Penelitian ini dilakukan dengan memilih 30 original equipment manufacturers (OEMs) terbesar dilihat dari jumlah kendaraan bermotor yang diproduksi pada tahun 2000. Data diambil secara longitudinal yang diteruskan hingga tahun 2016 dengan aktivitas akuisisi dan data keuangan yang tersedia. Sampel final yang digunakan adalah 23 OEMs yang mencakup 332 observasi (jumlah perusahaan x tahun observasi). Penelitian menemukan bahwa aksi korporasi digital M&A berpengaruh terhadap kinerja operasi perusahaan (return on assets), kinerja pasar (market-to-book ratio) dan proyeksi analis (three-year EPS forecasts). Aksi digital M&A terbukti meningkatkan pengetahuan dan kapabilitas digital yang direfleksikan dengan meningkatnya jumlah paten digital perusahaan. Meningkatnya jumlah paten digital ini kemudian mengakibatkan meningkatnya inovasi digital baik secara langsung maupun tidak langsung, yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja perusahaan.

Insight apa yang bisa kita ambil? Pertama, melalui M&A, perusahaan memiliki fleksibilitas dalam mengembangkan kapabilitas IT nya. Kedua, M&A memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan digital. Terakhir, inovasi digital dipercepat dengan pengetahuan perusahaan yang dikombinasikan dengan kapabilitas IT. Bagi profesional, penelitian ini memberikan insight bahwa digital M&A tidaklah sama dengan M&A biasa. Manajer harus memberi perhatian lebih pada bagaimana mengintegrasikan pengetahuan dan kapabilitas digital. Selain itu, para profesional perlu mempertimbangkan konteks inovasi digital dalam sektor industri mereka yang mungkin berbeda dengan konteks penelitian ini.

Apa selanjutnya? Elaborasi lebih lanjut perlu dilakukan terhadap bagaimana praktek digital M&A dilakukan secara lebih detail. Misalnya, faktor apa saja yang dipertimbangkan perusahaan dalam memilih target untuk aksi digital M&A. Bagian mana yang pertama mendorong aksi digital M&A, apakah bagian pemasaran, atau operasi, atau R&D, dan bagaimana dinamika antar bagian tersebut. Apa yang menyebabkan perusahaan lebih memilih digital M&A untuk mengembangkan kapabilitas IT mereka, dibanding misalnya dengan merekrut tenaga ahli yang dibutuhkan juga perlu dielaborasi lebih lanjut.