Perkuat Arah ke Pasar Global, BUMN Benchmarking ke Khazanah Holding

Perkuat Arah ke Pasar Global, BUMN Benchmarking ke Khazanah Holding

JawaPos.com - Perusahaan plat merah Indonesia yang tengah berorientasi pada bisnis global melakukan benchmarking ke Malaysia. Kunjungan ke negeri Jiran difasilitasi Lembaga Management FEB UI dalam program executive education dengan tema Global Business Savvy, yang digelar pada 7-9 November 2018.

Pengamat BUMN sekaligus Ketua tim kunjungan Toto Pranoto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan suatu ‘refreshing global strategy updates’.

“Kegiatan dilakukan semi workshop dengan fasilitator dari Crowe Malaysia, sebuah firma accounting, keuangan & business strategy papan atas,” ujarnya dalam siaran persnya Jumat (9/11).

Sementara itu, lanjut Toto, benchmarking strategy dilakukan dengan kunjungan dan diskusi dengan Khazanah Nasional Bhd, yang merupakan Holding Company milik pemerintah Malaysia.

Toto Pranoto juga menjelaskan aspek penting yang dibahas dalam workshop diantaranya berkenaan dengan strategi memposisikan BUMN sebagai pemain di skala regional dan kemudian naik menjadi global players.

“Prasyarat apa saja yang dianggap sebagai DNI pemain global dibedah secara tuntas dengan mengedepankan beberapa contoh perusahaan yang relevan. Demikian pula aspek strategis dari pengelolaan risiko yang melekat pada pemain regional atau global dibahas tuntas,” tutur dia.

Pada kunjungan ke Khazanah Nasional Bhd, para eksekutif BUMN yang mengikuti benchmarking ini diterima oleh Executive Director Investment Khazanah, Amran Hafiz. Dalam sambutannya ia mempresentasikan proses transformasi agar mampu merubah kinerja menjadi lebih baik.

“Aspek utama yang menjadi penekanan adalah aspek kelembagaan dimana Chairman Khazanah dipimpin langsung oleh PM dengan tujuan meminimalisir ‘intervensi’ dari pihak manapun,” kata Amran.

Ia juga menjelaskan bahwa misi utama Khazanah adalah mengelola BUMN dengan prinsip komersial dan tugas lainnya yang bersifat strategis yaitu mengelola BUMN yang bersifat rintisan. Misalnya saat ini portfolio Khazanah juga meliputi bisnis start up dan bisnis agrifood yang bersifat pioneering.

“Holding Khazanah terdiri atas 468 orang, dimana staf inti (core staff) sekitar 150-200 orang. Fungsi pengendalian Khazanah terhadap lebih dari 100 perusahaan yang ada dibawahnya dilakukan melalui penempatan orang di posisi eksekutif maupun pengawas (komisaris),” rinci Amran.

Sementara itu, lanjutnya, ‘best talent’ diperoleh melalui rekrutmen di universitas terbaik dalam dan luar negeri.

“Apabila dibutuhkan, Khazanah juga lakukan hire expatriate untuk bekerja di headquarter maupun kantor representatif mereka di Beijing, Mumbay, Istanbul, London dan San Fransisco,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Toto Pranoto menekankan pentingnya strategi manajemen holding yang dilakukan oleh Khazanah dapat diadaptasi oleh BUMN yang berorientasi global. Hal itu ditekankan terutama pada proses penilaian kinerja portfolio dan direksi pengelola perusahaan yang dilakukan secara reguler.

“Proses akuisisi dan divestasi portfolio dilakukan sesuai kinerja perusahaan. Untuk direksi dengan kinerja buruk segera dilakukan pergantian. Rotasi pimpinan anak perusahaan dilakukan minimal 3 tahun sekali. Sedangkan untuk pengembangan perusahaan perlu dilakukan dengan mengelola ‘retained earning’ secara konservatif, dimana dividen yang disetorkan ke negara relatif tidak dipatok tinggi,” jelasnya.

Sebagai catatan, sepak terjang bisnis BUMN Khazanah Nasional Bhd selama ini dapat dilihat di Indonesia. Bahkan, Indonesia telah menjadi salah satu pasar penting bagi portfolio produk Khazanah nasional Bhd. Selain masuk melalui CIMB (bank), Axiata (telko), tol road, Malaysia juga mulai masuk melalui penempatan langsung di group Bluebird.

Total investasi Khazanah di Indonesia sekitar 5 persen dari total investasi di luar negeri. Posisi itu menempatkan Indonesia di urutan kedua tujuan investasi malaysia setelah China. Adapun total investasi malaysia di China sebesar 7 persen dari total investasi di luar negeri.

Total portfolio Khazanah di seluruh dunia sekitar 45 persen dan selebihnya 55 persen investasi dilakukan di domestik. Total Aset Khazanah saat ini mencapai USD 37,7 miliar, sementara equity mencapai USD 27,7 miliar.

(mys/JPC)