SEMINAR KINERGA & STRATEGI BUMN DALAM ERA BUSINESS - DISRUPTION MEI 2017

SEMINAR KINERGA & STRATEGI BUMN DALAM ERA BUSINESS - DISRUPTION MEI 2017

S E M I N A R
KINERGA & STRATEGI BUMN DALAM ERA BUSINESS - DISRUPTION
Sharing Learning & Best Practice
Salemba UI Jakarta, 3 Mei 2017

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membeberkan sejumlah prestasi kementeriannya saat membuka seminar 'Kinerja dan Strategi BUMN Dalam Era Business Disruption ' yang diadakan Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia dan Yayasan Nawa Cita . Dengan tantangan ekonomi modern, Rini menyebut BUMN Indonesia memiliki kinerja bisnis positif pada 2016.  "BUMN memegang amanat ganda, yaitu sebagai pencipta nilai yang menyumbang pendapatan ke negara, dan pemegang agenda pembangunan sebagai perpanjangan tangan negara di masyarakat," ujar Rini dalam kegiatan yang diadakan di Aula Fakultas Kedokteran UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Mei 2017.

Dengan adanya 118 BUMN dan 25 anak perusahaan eks BUMN saat ini, kata Rini, sudah tersedia lapangan kerja untuk lebih dari satu juta orang. Dia menyebut belanja modal BUMN pada 2016 mencapai Rp 298 triliun, atau naik 35 persen dari tahun sebelumnya. "Fokus belanja itu pada infrastruktur, energi, dan konektivitas," ujar Rini.

Hal itu sejalan dengan pertumbuhan aset hingga 10 persen dengan total nilai Rp 6.325 triliun. Adapun ekuitas yang mencerminkan nilai investasi permanen pemerintah tumbuh 12 persen pada 2016, dengan nilai mencapai Rp 2.234 triliun. "Kontribusi BUMN pada negara mencapai Rp 202 triliun dalam bentuk dividen dan pajak, dan itu belum termasuk pendapatan negara bukan pajak," ujar Rini dalam paparannya.

Kata Rini, peran BUMN sebagai agen pembangunan pun berjalan positif. Peran itu mendukung rencana pemerintah meningkatkan konektivitas antar wilayah di nusantara. "Ada penambahan pelabuhan penyeberangan, rute pelayaran, dan jumlah kapal," kata dia.Pengiriman ke negara penerima ekspor dari Indonesia pun mulai dilakukan langsung dari wilayah Timur. Koneksi itu diyakini mendukung pembangunan ekonomi di wilayah timur Indonesia. "Dari Makassar tadinya per minggu hanya (dikirim) 200 kontainer sekarang bisa mencapai 4000," tutur Rini.

Ada pula pencapaian BUMN terkait pembangunan tol, yang di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ditargetkan bertambah hingga 1260 kilometer. Bidang lain terkait dengan pembangunan tenaga listrik dan rumah kreatif untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM). Sementara itu pembicara lainnya , Aloysius Ro , Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan BUMN menyatakan “ Privatisasi menjadi yang tabu sekarang. Jadi kita IPO anak usaha,. Peningkatan nilai kapitalisasi pasar 20 emiten BUMN pada 2016 dibandingkan dengan nilai pada 2015. Privatisasi BUMN sudah tidak lagi dilakukan dalam 3 tahun terakhir. Dari 118 BUMN, hanya ada 20 BUMN yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.” Pada 2017, ujar Aloysius, pemerintah menargetkan IPO 9 anak usaha BUMN dari berbagai sektor. Anak usaha itu dimiliki oleh BUMN konstruksi, infrastruktur,

Sementara , Sulaeman Arianto , Direktur PT Bank Mandiri Persero Tbk , pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa Mandiri mentargetkan pada 2017 ini, kantor cabang perdana di Malaysia dapat beroperasi secara penuh. Hal itu setelah diperolehnya respons dari Bank Negara Malaysia (BNM) untuk status Qualified ASEAN Bank (QAB). "Kami sudah dapat tanggapan dari otoritas di sana, targetnya tahun ini bisa jalan," kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto kepada media saat dijumpai pada acara seminar Kinerja dan Strategi BUMN dalam Era Business Disruption, di Jakarta, Rabu (3/5). Lebih lanjut, ia memaparkan, dalam hal permodalan, Bank Mandiri siap memenuhi persyaratan QAB. Saat ini, ujarnya, perusahaan hanya tinggal menyelesaikan syarat dari BNM dan kelengkapan administrasi untuk pendirian kantor cabang. "Kami masih menunggu dari otoritarisasi keuangan setempat. Kenapa kami masih menunggu, karena policy (kebijakan) di luar ini, lebih ke bank masing-masing," ujar dia. Pada tahun ini, Mandiri juga berencana untuk berekspansi ke Filipina. Opsi perluasan bisnis di Filipina adalah mengakuisisi perusahaan setempat, atau mendirikan perusahaan gabungan (joint venture) untuk mengoptimalkan pasar yang sudah ada. "Tetapi kami masih mempertimbangkan opsi terbaik. Untuk realisasi ekspansi ke Filipina kecil kemungkinan di tahun ini," tandas Sulaiman. (OL-6)

Terkait kinerja bank tersebut , maka Menteri BUMN mengatakan “Jika tadi dikatakan seminar ini adalah disruption, ini salah satu disruption, dulu keempat bank itu tidak saling bicara, tapi sekarang mereka dimana-mana bersama-sama,” ujar Menteri Rini.
Bersinerginya keempat bank dalam Himbara ternyata berdampak positif, hal itu terbukti dari penyaluran kredit yang dilakukan Himbara telah mencapai Rp 93 triliun kepada 4 juta usaha menengah, kecil, dan mikro (UMK). Dan pada akhir tahun 2017 ini, Himbara ditargetkan bisa menyalurkan Rp 100 triliun kepada 5 juta UMKM. Seperti diketahui, sebelumnya empat bank Himbara, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN saling berkompetisi dalam memberikan bunga yang rendah, dimana hal itu justru bisa menjadi bumerang karena dapat menimbulkan kerugian bagi upaya membangun BUMN yang besar di sektor perbankan.

Dalam keterkaitan itu, Managing Director Lembaga Managemen (LM) Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan, upaya Himbara untuk bersinergi adalah suatu keniscayaan. "Ini belum masuk holding, baru bersinergi. Padahal, ide holding sudah digulirkan dalam rangka Indonesia bangkit dari krisis ekonomi tahun 1998/1999. Waktu itu idenya dibangun oleh Menteri BUMN Tanri Abeng," paparnya Toto dalam acara yang sama di Universitas Indonesia. Ia mengatakan, tidak ada kata terlambat untuk terus memacu kinerja BUMN dengan mengedepankan sinergi hingga holding. Jika dibandingkan dengan BUMN di negara tetangga, seperti Malaysia dan SIngapura, Indonesia sudah cukup jauh tertinggal. "Setelah dilakukan sinergi, nanti boleh dilihat respon masyarakat. Apakah masyarakat lebih mendapatkan kemudahan menggunakan layanan bank dalam negeri? Kita tunggu sampai 2 atau 3 tahun kedepan," pungkasnya. 

Sumber : Liputan beberapa Media

Pembicara Seminar,  Aloysius Ro dan Toto Pranoto


Panel diskusi dg M.Cholik (CEO Waskita Karya),
Sulaeman (Direktur Bank Mandiri),  Darmawan (Direktur Semen Indonesia)


Menteri BUMN dan Dekan FEB UI


Toto Pranoto ( Kepala LM FEB UI), M.Cholik (CEO Waskita Karya),
Darmawan (Direktur Semen Indonesia)