JURNAL MANAJEMEN USAHAWAN NO.2 2014

JURNAL MANAJEMEN USAHAWAN NO.2 2014

Pengaruh Perceived of Compensation dan Motivation pada Job Performance

Sarah Michiko Hutasoit & Mone Stepanus Andrias

ABSTRACT
The purpose of this study is to analyze the influence of perceived of compensation and motivation to job performance. The study was conducted on employees in several companies of specialty chemicals spread in Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, and Medan, the number of respondents was 145 people. Sampling was done by nonprobability sampling method, particularly purposive sampling. Partially, the results of the study show that the perceived of compensation has a positive and significant effect on motivation. This relationship indicates that if the compensation given to high officials, it will be followed by an increase in employee motivation, and vice versa.
Motivation has a positive and significant impact on job performance. This relationship indicates that if high employee motivation, it will be followed by an increase in employee performance, and vice versa. Meanwhile, perceived of compensation has no significant effect on job performance. This indicates perceived of compensation does not have a direct positive effect on job performance. his finding is in contrast to some previous researchs which stated that compensation has a significant influence on job performance. Thus it can be said that the perceived of compensation has significant influence and direct impact on motivation, while motivation has a significant influence and direct impact on job performance. Perceived of compensation affects job performance through motivation as mediation. The study also found that the dimensions of transparency, which includes determination of compensation, career path and promotion, seen as the factor that has highest influence on motivation. Then, the dimension of extrinsic motivation has the highest effect on job performance.
Satisfaction of employees on the method of determining compensation is an indicator of extrinsic motivation that has the most impact.

KEYWORDS : Compensation, motivation, job performance, job satisfaction.


ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh perceived of compensation dan motivation pada job performance. Penelitian dilakukan pada karyawan di beberapa perusahaan specialty chemicals yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, dan Medan dengan jumlah responden sebanyak 145 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non probability sampling, khususnya purposive sampling.
Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa perceived of compensation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivation. Hubungan ini menunjukkan bahwa jika kompensasi yang diberikan kepada pegawai tinggi, maka akan diikuti pula dengan peningkatan motivasi pegawai, dan begitu juga sebaliknya. Motivation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap job performance. Hubungan ini menunjukkan bahwa jika motivasi karyawan tinggi, maka akan diikuti pula dengan peningkatan kinerja pegawai, dan demikian juga sebaliknya. Sementara itu, perceived of compensation tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap job performance. Hal ini menunjukkan perceived of compensation tidak memiliki pengaruh positif secara langsung pada job performance. Temuan ini berbeda dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan, kompensasi berpengaruh secara signifikan pada peningkatan kinerja.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perceived of compensation memiliki pengaruh yang signifikan dan berpengaruh secara langsung terhadap motivation, sementara motivation memiliki pengaruh yang signifikan dan berpengaruh secara langsung terhadap job performance. Perceived of compensation memengaruhi job performance melalui motivation sebagai mediasi. Penelitian ini juga menemukan, dimensi transparansi yang mencakup penentuan kompensasi, jalur karir, dan promosi jabatan merupakan hal-hal paling tinggi pengaruhnya pada motivasi. Kemudian, motivasi ekstrinsik merupakan dimensi motivasi yang paling tinggi pengaruhnya pada kinerja kerja. Indikator motivasi ekstrinsik yang paling besar pengaruhnya, antara lain kepuasan karyawan terhadap cara penentuan kompensasi.

KATA KUNCI: Kompensasi, motivasi, kinerja tugas, kepuasan kerja.


Investasi Human Capital dan Strategi Bersaing sebagai Upaya Meraih Kinerja Keuangan UKM Komoditi Lokal

Husnah

ABSTRACT
The purpose of this study is to test and analyzing the direct influence of human capital, competitive strategy and financial performance. Human capital is measured on several variables, namely knowledge, skills, and abilities.The research approach used is positivist paradigm, based on quantitative research. The method used is explanatory survey method. The unit of analysis is the Rattan SMEs in Palu. Respondents were 38 owners or managers of Rattan SMEs . Primary data is collected through questionnaires and interviews. Data analysis method used was Partial Least Square (PLS). Descriptive analysis showed that in terms of knowledge, SME managers prefer work experience rather than formal education. In terms of skills found that labor was seen as a means of production and their skills have not managed optimally. The human ability not optimally managed so as not to affect the return of the company. The results of hypothesis testing showed that the competitive strategy has positive and significant impact on financial performance. Results of this study indicate that human capital does not directly affect financial performance. Human capital can directly increase the accuracy of competitive strategy selection and competitive strategy directly affect financial performance. It can be proved that integration model human capital increase financial performance maximally when mediated by a competitive strategy selection.
Practical Implications of the study is to provide information to managers or owners of SMEs, namely government and policy makers, about the importance of human capital investment which are basis for determining competitive strategy to achieve more optimal Rattan SMEs financial performance, controlling for external factors in future in order internal factors to be prepared for Rattan SMEs development.

KEYWORDS: Human capital , competitive strategy, financial performance.


ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah menguji dan menganalisis pengaruh langsung human capital terhadap strategi bersaing dan kinerja keuangan. Human capital diukur dari beberapa variabel, yaitu knowledge, skill, dan kemampuan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah positivist paradigm didasarkan pada penelitian kuantitatif.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey penjelasan (explanatory survey method). Unit analisis adalah UKM Rotan yang ada di kota Palu, dengan responden pemilik atau manajer UKM rotan sebanyak 38 UKM. Pengumpulan data primer melalui kuisioner dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa dari sisi pengetahuan, pengelola UKM lebih mengutamakan pengalaman kerja daripada pendidikan formal. Dari sisi keterampilan ditemukan bahwa tenaga kerja hanya dilihat sebagai alat produksi dan keterampilannya belum dikelola secara optimal. Dalam penelitian ditemukan juga bahwa kemampuan SDM belum dikelola secara optimal sehingga tidak memengaruhi return perusahaan. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa strategi bersaing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan human capital tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja keuangan. Human capital secara langsung dapat meningkatkan ketepatan pemilihan strategi bersaing dan strategi bersaing berpengaruh langsung terhadap kinerja keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi human capital dapat meningkatkan kinerja keuangan secara maksimal bila dimediasi pemilihan strategi bersaing. Implikasi Praktis penelitian memberikan informasi kepada manajer atau pemilik UKM, dan pengambil kebijakan yakni pemerintah, mengenai pentingnya investasi human capital yang menjadi basis untuk menentukan strategi bersaing untuk mencapai kinerja keuangan UKM rotan lebih optimal, dengan mengendalikan faktor eksternal dimasa mendatang agar faktor internal disiapkan untuk pengembangkan UKM rotan.

KATA KUNCI: Human capital, strategi bersaing, kinerja keuangan.

Pengaruh Alokasi Aset, Pemilihan Sekuritas dan Market Timing terhadap Kinerja Reksadana di Indonesia

Yusbardini

ABSTRACT
This research aims to analyze the performance of mixed mutual funds in Indonesia that be affected by asset allocation policy, the ability of investment managers in securities selection, and market timing, and also the level of risk. The research uses pooling data method. This study was conducted on 29 mutual funds. The data used in the form of mixed mutual funds during the period January 2008-December 2012 with a total of 145 data items.The method used to calculate the performance of mixed mutual fund is Jensen Alpha Ratio. The methods used in this study were multiple regression. T test and F test are used to hypothesis test. These results indicate that the asset allocation policy has positive and significant effect on the performance of mixed mutual fund.
The higher returns generated from the proportion of fund asset allocation policy, the higher the performance of mutual funds. The ability of securities selection has positive and significant effect on the performance of and mutual fund. Therefore, the higher the ability of fund managers in selecting securities that perform well will make the fund’s performance is also increased. The ability of market timing has positive and significant effect on the performance of mixed mutual fund. When the value of a security has increased to reach its highest point, and the market is already saturated (over valued), then it is time for fund managers to sell the security. Therefore, the higher the ability of fund managers in the market timing will generate optimal returns, so that the performance of mixed mutual fund increased. And risk level has positive and significant effect on the performance of mixed mutual fund. Thus, it can be concluded that asset allocation policy, the ability of security selection, market timing ability, and level of risk simultaneously have a significant effect on the performance of mixed mutual fund.

KEYWORDS: Mutual fund, asset allocation policy, market timing, security selection.


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja reksadana campuran di Indonesia yang dipengaruhi oleh kebijakan alokasi aset, kemampuan manajer investasi dalam pemilihan sekuritas, dan market timing, dan juga tingkat risiko. Penelitian ini menggunakan metode pooling data. Penelitian ini dilakukan terhadap 29 reksadana.
Data yang digunakan dalam bentuk reksadana campuran aktif selama periode Januari 2008-Desember 2012 dengan total data sebanyak 145 item. Metode yang digunakan untuk menghitung kinerja reksadana campuran adalah Rasio Jensen Alpha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Uji t dan uji F digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan alokasi aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja reksadana campuran.
Semakin tinggi return yang dihasilkan dari proporsi dana kebijakan alokasi aset maka semakin tinggi kinerja reksadana tersebut. Kemampuan seleksi sekuritas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dan reksadana. Oleh karena itu, semakin tinggi kemampuan manajer investasi dalam memilih sekuritas yang berkinerja baik akan membuat kinerja reksadana itu juga meningkat. Kemampuan market timing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja reksadana campuran. Ketika nilai suatu sekuritas mengalami kenaikan mencapai titik tertinggi, dan pasar sudah jenuh (nilai sekuritas overvalued), maka saatnya manajer investasi untuk menjual sekuritas tersebut. Oleh karena itu, semakin tinggi kemampuan manajer investasi dalam market timing akan menghasilkan return yang optimal sehingga kinerja reksadana campuran meningkat. Dan tingkat risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja reksadana campuran. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kebijakan alokasi aset, kemampuan pemilihan sekuritas, kemampuan market timing, dan tingkat risiko secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja reksadana campuran.

KATA KUNCI: Reksa dana, kebijakan alokasi aset, market timing, pemilihan sekuritas.


Kontribusi Dana Alokasi Umum Terhadap Pendapatan Provinsi Sulawesi Selatan

Johanna Mano

ABSTRACT
This study aims to describe the general allocation fund (DAU) and its contribution to the total income of South Sulawesi Province. To achieve these objectives the study used a descriptive ex post pacto. The data used are secondary data, particularly financial reports. Data analysis was done by descriptive analysis and financial analysis techniques. Financial analysis used was the analysis of the ratio of local own-source revenue (PAD) to total regional revenue’, regional revenue growth, the ratio of the general allocation fund (DAU) to total regional revenue, DAU growth. Further financial ratios will be analyzed descriptively. The study found that the PAD of South Sulawesi Province within a period of five years (2008-2012) reached an average of 98.73% with a growth of 15.92%. In the same period the ratio of PAD to total regional revenue is 57.32%, greater than the ratio of revenue from transfer fund to total regional revenue which is only 41.32%. While the contribution of DAU to total regional revenue for the period 2008-2012 reached an average of 27.47% with a growth of 11.25%. PAD growth of 15.92% greater than the DAU growth of 11.25%. This condition indicates a high degree of independence of South Sulawesi Province which is the essence of local autonomy. In other words, this area has a relatively low level of dependence on the central government. The results of this study showed that the increase in PAD contribution to total regional revenue in South Sulawesi resulted in the decrease of the transfer of funds from the central to this area. Although the nominal transfer of funds during the period 2008-2012 increased from year to year, but its contribution to total regional revenue decreased. These findings can be used as input for policy makers, academicians and other practitioners to develop a variety of efforts to increase the PAD, which increased the financial independence of the region, to improve the welfare of society.

KEY WORDS : eneral allocation fund (DAU), local own-source revenue (PAD), transfer fund, local independence.


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dana alokasi umum (DAU) dan kontribusinya terhadap total pendapatan Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan penelitian deskriptif ex post pacto. Data yang digunakan adalah data sekunder, terutama laporang keuangan. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan teknik analisis keuangan. Analisis keuangan yang digunakan adalah analisis rasio pendapatan asli daerah (PAD) terhadap total pendapatan, pertumbuhan PAD, rasio DAU terhadap total pendapatan daerah, pertumbuhan DAU.
Selanjutnya rasio keuangan akan dianalisis secara deskriptif. Penelitian menemukan bahwa realisasi pendapatan asli daerah (PAD) provinsi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu lima tahun (2008-2012) mencapai rata-rata sebesar 98,73% dengan pertumbuhan sebesar 15,92%. Pada periode yang sama rasio PAD terhadap Total Pendapatan Daerah adalah 57,32%, lebih besar dari rasio Pendapatan Transfer terhadap Total Pendapatan Daerah yang hanya sebesar 41,32%. Sementara kontribusi DAU terhadap Total Pendapatan Daerah pada periode 2008-2012 mencapai rata-rata sebesar 27,47% dengan pertumbuhan sebesar 11,25%. Pertumbuhan PAD 15,92% lebih besar dari pertumbuhan DAU sebesar 11,25%. Hal-hal tersebut merupakan indikator tingginya tingkat kemandirian daerah provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan hakekat otonomi daerah. Dengan kata lain tingkat ketergantungan daerah ini terhadap pemerintah pusat rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan meningkatnya kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah Sulawesi Selatan berakibat pada menurunya dana transfer dari pemerintah pusat kepada daerah ini. Walaupun nominalnya dana transfer selama periode 2008-2012 dari tahun ke tahun meningkat, tetapi kontribusinya terhadap total pendapatan daerah menurun. Temuan ini dapat dijadikan masukan bagi policy maker, para akademisi maupun praktisi lainnya untuk mengembangkan berbagai upaya peningkatan PAD, yang berdampak pada peningkatan keuangan kemandirian daerah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KATA KUNCI : Dana alokasi umum (DAU), pendapatan asli daerah (PAD), dana transfer, kemandirian daerah.

Rancangan Pemetaan UKM untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing dan Kinerja Usaha

Rodhiah & Kartika Nuringsih

ABSTRACT
This study aims to design a demographic mapping and identify any problems faced by SMEs in Kabupaten Tasikmalaya and formulate strategies to build their competitive advantage. Tasikmalaya has four potentials in crafting, such as bamboo, pandan, mendong and bordir. Location Quotient (LQ) Method was applied to select those who were eligible to be respondents in several Kecamatan at Tasikmalaya. The results of data processing with the LQ method shows that the location of the development potential of SMEs is in Kecamatan Cisayong, Pagerageng, Manonjaya and Cikatomas, so research focused on SMEs in the region. Next, SWOT analysis was conducted to indentify the internal and external factors that affect the success of SME at Tasikmalaya. The raw materials and skills of Tasik community becomes the power of success for Tasikmalayan craftmen. The weakness focused on funding limitation causing problems in managing production for big orders. The marketing opportunities currently reaches Spain, Italy, Malaysia, Singapore, Japan, Korea and some countries in Middle East. The threats are related to existence of similar products from other countries at relatively lower prices.
To create competitive advantage of SMEs, needed some breakthroughs, either in the form of policies and the real program. It should be composed of a grand design for the development of SMEs, so that development can be done on a regular basis, measurable and focused. The plan covers a wide range of aspects, such as marketing, production, human resources, finance and other related aspects. Some activities need to be done such as the provision of soft loans (KUR implementation effectiveness), modern production equipment assistance (for improved productivity and quality), the development of human resource capacity (business management, technology, creativity), and the use of information technology to expand the marketing network.

KEYWORDS: SMEs’ mapping, competitive advantage, SWOT, LQ method.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan melakukan pemetaan secara demografis UKM dan mengidentifikasi permasalahan apa saja yang dihadapi oleh pelaku UKM di Kabupatan Tasikmalaya unuk merumuskan strategi membangun keunggulan bersaingnya. Kabupaten Tasikmalaya memiliki empat potensi dalam kerajinan, seperti bambu, pandan, mendong dan bordir.
Metode Location Quotient (LQ) diterapkan untuk memilih orang-orang yang memenuhi syarat untuk menjadi responden di beberapa Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Hasil pengolahan data dengan metode LQ menunjukkan bahwa lokasi potensial pengembangan UKM berada di Kecamatan Cisayong, Pagerageng, Manonjaya dan Cikatomas, sehingga penelitian difokuskan pada UKM yang ada di daerah tersebut. Selanjutnya, analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan UKM di Tasikmalaya. Bahan baku dan keterampilan masyarakat Tasik menjadi kekuatan keberhasilan pengrajin Tasikmalaya. Kelemahan difokuskan pada pembatasan pendanaan menyebabkan masalah dalam mengelola produksi untuk pesanan dalam jumlah besar. Peluang pemasaran saat ini mencapai Spanyol, Italia, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea dan beberapa negara di Timur Tengah. Ancaman terkait dengan adanya produk serupa dari negara lain dengan harga yang relatif lebih rendah. Untuk menciptakan keungulan kompetitif UKM, diperlukan beberapa langkah terobosan, baik dalam bentuk kebijakan maupun program nyata. Perlu disusun sebuah grand design untuk pengembangan UKM, sehingga pengembangannya bisa dilakukan secara teratur, terukur dan terarah. Rencana tersebut mencakup berbagai macam aspek, seperti pemasaran, produksi, SDM, pendanaan dan aspek terkait lainnya. Pada tataran program konkrit, aktivitas yang perlu segera dilakukan antara lain pemberian soft loan (KUR diefektifkan), bantuan peralatan produksi moderen (untuk peningkatan produktivitas dan kualitas), pengembangan kapasitas SDM (manajemen usaha, teknologi, kreativitas), serta penggunaan teknologi informasi untuk memperluas jaringan pemasaran.

KATA KUNCI: Pemetaan UKM potensial, keunggulan kompetitif, SWOT, metode LQ.